Jalan-jalan ke Chiang Mai semakin menjadi pilihan favorit wisatawan Indonesia di tahun 2026. Oleh karena itu, kota ini menawarkan kombinasi sempurna antara kuil kuno yang sakral, alam pegunungan yang sejuk, night market yang ramai, serta pengalaman etis bersama gajah. Selain itu, Chiang Mai memberikan suasana lebih tenang dibandingkan Bangkok atau Phuket.
Pertama-tama, cuaca sejuk di musim dingin membuat jalan-jalan ke Chiang Mai terasa sangat nyaman. Namun, Anda perlu mempersiapkan itinerary yang baik agar liburan maksimal. Di sisi lain, infrastruktur kota sudah semakin baik dengan banyak homestay dan kafe kekinian. Akibatnya, Chiang Mai cocok untuk semua jenis traveler, mulai dari backpacker hingga keluarga.
Oleh karena itu, di artikel ini kita akan bahas waktu terbaik, visa, itinerary 5 hari, tempat wajib kunjung, serta berbagai tips praktis agar liburan Anda lancar dan menyenangkan.
Chiang Mai memiliki tiga musim utama. Oleh karena itu, pilihlah waktu kunjungan dengan bijak agar liburan optimal.
Pertama-tama, periode November hingga Februari merupakan musim terbaik secara keseluruhan. Selama waktu ini, suhu berkisar 15-28Β°C, malam hari terasa dingin dan sejuk, serta cuaca cerah tanpa hujan. Selain itu, Anda bisa menikmati festival Loy Krathong dan Yi Peng di bulan November. Namun, ini adalah peak season, sehingga harga akomodasi dan transportasi sedikit lebih mahal.
Selanjutnya, jika Anda bepergian pada Maret hingga Mei, suhu bisa mencapai 35-40Β°C. Akibatnya, periode ini sering disebut burning season karena kabut asap dari pembakaran lahan. Meskipun demikian, harga lebih murah, tapi hindari jika Anda memiliki masalah pernapasan.
Akhirnya, Juni hingga Oktober adalah musim hujan. Hujan memang deras, namun biasanya singkat. Di sisi lain, alam menjadi hijau subur, air terjun indah, dan harga akomodasi turun drastis. Oleh karena itu, musim ini cocok untuk traveler budget yang tidak keberatan basah.
Untuk tahun 2026, periode NovemberβFebruari tetap menjadi rekomendasi utama. Sebagai contoh, gunakan aplikasi AirVisual untuk memantau kualitas udara selama burning season.
Warga Negara Indonesia (WNI) menikmati kemudahan visa-free ke Thailand hingga 30 hari untuk tujuan wisata. Pertama-tama, pastikan paspor Anda valid minimal 6 bulan. Selain itu, siapkan tiket pulang-pergi dan bukti dana cukup (meskipun jarang dicek ketat).
Mulai 1 Mei 2025, Anda wajib mengisi Thailand Digital Arrival Card (TDAC) secara online sebelum berangkat. Prosesnya gratis dan mudah melalui situs resmi immigration.go.th. Oleh karena itu, lakukan pengisian ini minimal 3 hari sebelum terbang agar terhindar dari kendala di bandara.
Untuk menuju Chiang Mai, terbang langsung ke Bandara Internasional Chiang Mai (CNX) dari Jakarta atau Bali dengan maskapai seperti AirAsia, Lion Air, atau Thai AirAsia. Selanjutnya, jika ingin memperpanjang masa tinggal, Anda bisa mengajukan extension di kantor imigrasi Chiang Mai dengan biaya sekitar 1.900 THB untuk tambahan 30 hari.
Untuk informasi resmi terbaru, kunjungi situs Kedutaan Thailand di Jakarta atau immigration.go.th.
Rute ini dirancang santai agar Anda bisa menikmati Chiang Mai tanpa terburu-buru. Selain itu, itinerary ini mencakup highlight utama kota.
- Hari 1: Kedatangan & Eksplorasi Old City Setelah tiba di CNX, check-in hotel di Old City atau Nimman. Selanjutnya, jalan kaki mengelilingi tembok kota kuno. Kunjungi Wat Chedi Luang, Wat Phra Singh, dan Wat Phra Singh Woramahawihan. Malam hari, jelajahi Night Bazaar atau Sunday Walking Street jika kebetulan hari Minggu.
- Hari 2: Doi Suthep & Wat Umong Pagi hari, naik songthaew atau Grab menuju Wat Phra That Doi Suthep. Di sana, Anda akan menaiki 306 anak tangga naga sambil menikmati view kota dari ketinggian. Selanjutnya, lanjut ke Wat Umong yang unik dengan gua meditasi bawah tanah. Sore hari, santai di Nimman Road sambil mencicipi kafe hipster dan street art.
- Hari 3: Ethical Elephant Sanctuary & Mae Sa Pilih sanctuary etis seperti Elephant Nature Park atau Living Green Elephant Sanctuary. Di sini, Anda bisa memberi makan dan mandi bersama gajah tanpa menunggangi mereka. Selain itu, lanjut ke Mae Sa Elephant Camp atau sticky waterfall (Bua Tong) jika ingin petualangan lebih.
- Hari 4: Day Trip Doi Inthanon atau Pai Pagi hari, lakukan day trip ke Doi Inthanon National Park. Di sana, Anda bisa melihat air terjun Mae Ya dan puncak tertinggi Thailand. Alternatifnya, naik minivan ke Pai (3-4 jam) untuk menikmati hot spring, Pai Canyon, dan vibe hippie yang santai.
- Hari 5: Cooking Class & Kepulangan Ikuti kelas memasak Thai pagi hari untuk belajar membuat Tom Yum, Pad Thai, atau Khao Soi. Selanjutnya, belanja souvenir di Warorot Market. Akhirnya, sore hari kembali ke bandara CNX untuk pulang.
Estimasi biaya keseluruhan (per orang, budget-mid): Rp 8-15 juta, termasuk tiket pesawat PP, hotel, makan, transportasi, dan aktivitas.
Berikut adalah daftar tempat yang wajib Anda kunjungi di 2026 berdasarkan rekomendasi Tripadvisor, Lonely Planet, dan pengalaman traveler:
Pertama-tama, Wat Phra That Doi Suthep menjadi ikon utama. Kuil emas ini berada di bukit dengan pemandangan kota yang epik. Selain itu, Night Markets seperti Chiang Mai Night Bazaar, Sunday Walking Street, atau Saturday Night Market menawarkan street food murah dan suvenir unik.
Di sisi lain, Ethical Elephant Sanctuary seperti Elephant Nature Park atau Happy Elephant Home sangat direkomendasikan karena fokus pada penyelamatan dan perawatan gajah tanpa eksploitasi. Selanjutnya, jangan lewatkan Old City Temples seperti Wat Chedi Luang dan Wat Phra Singh.
Akhirnya, area Nimman Road penuh dengan kafe kekinian, resto, dan street art. Jika punya waktu lebih, kunjungi Doi Inthanon National Park atau Sticky Waterfall (Bua Tong) yang bisa didaki.
Jangan lupa mencicipi makanan khas: Khao Soi, Sai Ua, serta mango sticky rice yang segar!
Pertama-tama, gunakan songthaew (red truck) untuk transportasi murah di dalam kota. Selain itu, aplikasi Grab atau Indriver sangat membantu untuk perjalanan lebih fleksibel. Jika berani, sewa motor (Rp 100-150rb/hari) untuk eksplorasi bebas.
Untuk akomodasi, pilih area Old City atau Nimman. Hostel mulai Rp 200-400rb/malam, sementara hotel mid-range Rp 500rb-1jt. Makanan street food sangat aman dan murah (Rp 30-100rb/porsi). Sebagai contoh, ikuti cooking class untuk pengalaman lebih autentik.
Namun, hati-hati dengan tuk-tuk yang suka overcharge. Selain itu, gunakan masker jika berkunjung saat burning season. Akhirnya, packing baju ringan, jaket tipis untuk malam dingin, sunscreen, dan repellent.
Untuk inspirasi lebih lanjut, kunjungi Lonely Planet Chiang Mai Guide.
Jalan-jalan ke Chiang Mai di tahun 2026 menjanjikan pengalaman tak terlupakan. Mulai dari kuil spiritual Doi Suthep, night market yang ramai, sanctuary gajah etis, hingga alam pegunungan yang indah. Oleh karena itu, dengan itinerary yang tepat dan persiapan matang, liburan Anda akan berjalan santai dan berkesan.
Sudah pernah jalan-jalan ke Chiang Mai? Apa spot favoritmu? Atau punya tips tambahan untuk traveler Indonesia? Tulis di kolom komentar sekarang! Jangan lupa subscribe blog untuk panduan travel Thailand dan Asia terbaru.
Semua informasi berdasarkan Lonely Planet, Tripadvisor, KKday, dan pengalaman traveler per Januari 2026. Selamat merencanakan perjalanan! πΉππ―π΄

